Serpihan Dandelion
ArtikelBunga dandelion dengan tangkainya yang kecil dan sederhana dapat tumbuh dimana saja, tergantung dimana benihnya jatuh.
Serpihan-serpihan bunganya yang ringan akan terbawa angin dan menyebar kemanapun ia mau, yang akhirnya akan tumbuh menjadi bunga baru ditempat ia jatuh dan membawa kehidupan baru.
Terlihat sangat rapuh, namun sangat kuat, sangat indah dan memiliki arti yang mendalam itulah dandelion. Terbang tinggi dan menjelajah angkasa, akhirnya hingga disuatu tempat untuk tumbuh menjadi kehidupan baru.
Dandelion tidak tumbuh sebagai bunga hias yang biasa berada dalam taman-taman kota yang menunjukkan keindahannya pada setiap orang.
Setelah aku memahami makna filosofi dari dandelion, inilah beberapa refleksi yang berhasil aku buat :
1. Hidupku sekarang yang kujalani seperti bunga dandelion yang dapat tumbuh dimana saja tergantung dimana benih itu jatuh karena sang angin (skenario-Nya). Bunga dandelion itu diriku dan sang angin yang menerbangkannya adalah skenario Allah.
Dimanapun dan kemanapun Allah menjatuhkanku, aku harus tetap selalu bertumbuh dan berkembang.
2. Mungkin beberapa orang yang melihat dandelion akan berpikir bunga ini sangat rapuh, mudah ditiup angin, namun jangan salah bunga ini sangat kuat berakar di rerumputan. Banyak orang yang melihatku orang yang sangat rapuh. Memang benar adanya. Aku sangat rapuh, namun melalui dandelion itu aku belajar harus menjadi pribadi yang kuat, dan kuncinya yaitu berakar di dalam-Nya. Karena hanya dalam-Nya aku mendapatkan kekuatan dan keteguhan hati untuk melewati setiap kehidupan ini.
Kehidupan yang penuh dengan tantangan dan pengalaman-pengalaman yang luar biasa.
3. Belajar kerendahan hati dari dandelion. Dandelion tidak pernah menunjukkan keindahan pada setiap orang. Ia membiarkan orang lain memahaminya sendiri tanpa ia harus menunjukkannya. Aku belajar tentang hal ini. Tak perlu menjadi orang lain supaya orang lain tahu tentang siapa aku. Tak perlu berbuat yang wah wah agar orang lain melihat dan memperhitungkanku. Yang cukup dilakukan hanyalah menjadi natural dan apa adanya diriku. Melakukan apa yang bisa kulakukan sesuai dengan potensi amanah yang Allah berikan.
Yang perlu mereka tahu adalah siapa penciptaku. Siapa yang membuatku seperti sekarang ini. Yang perlu mereka tahu adalah tentang Allah yang membuat segalanya ini. Yang berdaulat penuh atas hidupku.
4. Ketika aku meniup dandelion, tidak semua serpihan bunga itu terbang, ada beberapa yang tinggal dan tidak terbang. Mungkin seperti itulah mimpiku. Banyak mimpi yang aku ajukan kepada Allah, tetapi hanya beberapa yang di acc sama Allah. Mimpi-mimpi yang tidak sesuai dengan kehendak-Nya dibuang-Nya, dikikis-Nya, hingga tersisa mimpi yang sesuai dengan kehendak-Nya. Aku percaya rencana Allah pasti selalu lebih indah dari perencanaan diriku sendiri.
Ini tentang penerimaan, perjuangan serta pembuktian.
Ini tentang bagaimana mengembangkan potensi yang telah dititipkan dari-Nya untuk kemudian menjadikannya tindakan nyata dalam kehidupan.
Aamiin... Insya Allah :')
Pendapatmu Membangunkan Jiwa Kreasi Pemuda/i Indonesia